jump to navigation

Agus – Sinta January 29, 2009

Posted by sejenaksaja in love, story.
trackback

“jadi nanti photographer untuk pra-wedding kita si Bima ya? “
“ iya say.. aku suka konsep2 nya “
“hmmm ok dech, terserah kamu saja “
“ tks say.. “ sambil mengecup pipi kekasihnya

Bima adalah pilihan terakhir dari sekian photographer2 yg akan dipakai untuk pemotretan prawedding Agus dan Sinta . alasannya calon pengantin wanita sangat menyukai konsep2 yg ditawarkan sang photograprer tsb

Agus sih oke oke saja , yg terpenting semuanya berjalan dengan lancar sampai saatnya tiba
Sampai saatnya ia kembali dari negeri orang dan segera melangsungkan pernikahan dengan kekasih tercintanya itu.

Dengan berat hati ia melepas pelukan Sinta .. dengan mengecup kening dan segera berbisik “ sabar ya sayang.. aku akan segera kembali, dan kita akan berbahagia selamanya “
Sinta yg hanya terdiam dengan beberapa bulir air mata yg menetes dipipinya . memeluk kembali kekasih hatinya yg akan berangkat ke Tokyo , daerah yg akan sangat sulit ia jangkau , daerah tempat kekasih hatinya akan bekerja .
Dan Sinta pun hanya mengganguk pelan , dengan tetap memeluk Agus

Hingga berangkatlah Agus ke Tokyo

Sebulan , dua bulan.. Agus dan sinta masih sering berkomunikasi , melepaskan rindu lewat telepon dan sms,
Tiga bulan , empat bulan stelah kepergiannya Agus merasa Sinta jarang sekali menjawab telpon ataupun memberi khabar lewat sms

Hingga suatu hari Agus menelpon Shinta dan menanyakan hal tersebut
“ sayang , mengapa kamu jarang sekali memberi kabar? Apa kamu sibuk?”
“ iya akhir2 ini aku sibuk , apalagi pulsa sedang mahal “

Agus terkesiap … dipikirannya hanyalah Sinta telah berubah, nada bicara yg dulu sering ia rindukan , kini telah berubah menjadi berbeda
Terasa tanpa kerinduan di dalamnya

“baiklah .. take care sayang “
“ ok .. bye “

Setelah hari itu , Agus tetap beraktifitas sepert biasanya tetapi dengan hati yg gundah , memikirkan apa yg telah terjadi dengan Sinta
Ia berusaha menepis pikiran2 semacam itu. Tapi entahlah, lama2 ia akhirnya kalah juga

Dengan segera ia membuka laptop dan menghidupkan YM nya , ahh kebetulan adiknya sedang online

Adik Agus bernama Adi , ia berkerja di perusahaan yg sama tempat kekasihnya bekerja

Agus : Adi..
Adi : ya Gus
Agus : mmm ..
Adi : ada apa? Mau Tanya tentang Sintha ?
Agus : ya .. bagaimana dia ?
Adi : ya ya ya.. sudah kuduga, dia sudah berubah .. dan sepertinya dia sedang dekat dengan seseorang
Agus : siapa ?
Adi : mana kutahu …
Agus : kira2 siapa?
Adi : di facebook , ada beberapa fotonya bak model dengan pakaian seksi …tidak seperti biasanya , dan kurasa dia sudah banyak berubah
Agus : ????
Adi : nanti dech , klo ada berita baru tentang dia , aku akan info kamu
Agus : ok , tks
Adi : aku pergi dulu bye
Agus : bye

Agus hanya bengong memandangi laptopnya , memandangi hasil percakapannya di YM dengan adiknya
Lalu masuk ke facebooknya , sudah beberapa bulan ini dia tak sempat membuka jejaring yg satu itu

Dan tiba2 saja di halaman pertama , terlihat lah foto seorang wanita berwajah eksotis , manis , berkulit coklat , bergaya bak foto model ..
Berpakaian mini , dan hampir memperlihatkan belahan dada wanita itu

Agus terkesiap , Sintaa… ya itu Sinta , seperti kata Adi.. Sinta telah berubah
Dan tentu saja ia berfoto tanpa canggung didepan seorang fotographer yg langsung saja ia bayangkan adalah seorang laki2

Oh.. Agus tiba2 saja teringat dengan Bima , sang photographer yg telah dipilih kekasihnya untuk pra-wedding mereka kelak
Pantas saja Sinta begitu bersemangatnya memilih lelaki itu

Hari demi hari berlalu , hingga suatu hari…

“ Gus … yg akan wedding pacaran dengan yg akan foto pra weddingmu “
“ apa..????? Bima..???”
“ iya “
“ sudahlah .. lupakan saja wanita itu “
“ aku sudah melabraknya tadi pagi , sungguh keterlaluan “
“ Adi.. apa dia mengakuinya ? “
“ ya.. dan sekarang mereka sudah tinggal serumah “
“ APA..????? S**T…”
“ Gus.. guss.. halo…”

Agus membanting telpon , meringis , memeluk dirinya sendiri , dan tak menyadari air matanya telah membasahi pipi
Hatinya terasa bagai teriris , pedih…

Dengan kasar ia meneguk minuman2 keras yg ia simpan di lemarinya , menangis , berteriak, hingga tak sadarkan diri, tertidur dalam kesedihan

Keesokan hari ia menelpon Sinta
Dan sebelum ia mengatakan Halo… terdengar seorang laki2 menjawab telponnya dan berkata
“ Halo Gus .. ini Bima , wanitamu sudah menjadi milikku ,lupakan dia “

Tanpa berkata apa2 langsung saja Agus melemparkan telpon genggamnya dan berteriak “ S**T U “

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: