jump to navigation

Belajar Bersyukur February 6, 2009

Posted by sejenaksaja in friendship, love.
trackback

“ kue mbak.. mau beli kue..? , ada lemper, ada pastel , kue Lumpur .. mau beli mbak? “ Tanya seorang ibu berpakaian lusuh, berkulit putih , dan bermata sipit.
Sesekali ia menyeka keringatnya dengan saputangan, berjalan dari ujung ruko , tak jauh dari kantor tempat aku bekerja.wajahnya tampak letih

“ saya ngga bu, makasih, tapi mungkin teman2 saya ada yg mau beli, tunggu sebentar ya…. “
Bergegas aku masuk ke loby kantor , bertanya kepada teman2 , untuk menanyakan adakah yg membeli kue ibu itu.
Jawabannya nihil.. dan secepatnya aku berlari keluar kantor , kembali menemui ibu tadi .

“ maaf bu , hari ini belum ada yg beli, mungkin besok ya.. soalnya baru saja kita semua habis makan siang .. “

“ ya ngga apa2 , terima kasih ya mbak… “
“ iya bu.. sama2 “

Ibu itu berlalu pergi , tapi aku maish tetap terpaku memandangnya , memperhatikan setiap langkah dan gerak geriknya , hingga ia menghilang dari pandangan
Tanpa sadar mengurut dada, menghela nafas , entah mengapa hati ini terasa miris , dan wajah ini memerah , bukannya bersemu, tapi memerah menahan air mata yg menggenang .

benar benar salah jika aku selalu saja mengeluh , mengeluh dengan apa saja yg kurasa kurang aku dapatkan
Padahal masih banyak yg bersusah payah melakukan apa saja untuk tetap bisa bertahan hidup.

Aku bisa membaca buku , sebanyak yg aku inginkan , bersantai sambil minum teh dan kue kering kesukaan, mendapatkan gaji bulanan , tempat aku bekerja.
Tempat aku bekerja pun dilengkapi AC , dan internet yg bukan hanya bisa digunakan untuk sekedar bekerja, tapi juga untuk browsing dan kegiatan menghibur lainnya .

Tapi masih banyak yg harus bekerja siang malam, berjalan kaki sejauh mungkin, menjajakan barang dagangannya ,berpanas panasan , kehujanan ,
hanya untuk mendapatkan uang dan menghidupi keluarganya . ( jadi ingat acara”andai aku menjadi “ )

aku sadar aku hanya manusia biasa yg masih banyak kekurangan , yang masih sering mengeluh dengan apa yg aku punya
tapi tidak ada salahnya mulai sekarang kita belajar untuk selalu “ BERSYUKUR “

aku rasa itu salah satu kunci kebahagiaan hidup , jika kita selalu bersyukur

semoga Tuhan selalu mengingatkan kita untuk selalu bersyukur

God Bless U …

Comments»

1. Benedict Agung Widyatmoko - February 6, 2009

Tidak akan pernah ada cukup selama kita hidup. Karenanya diperlukan kegembiraan yang penuh syukur dalam kedamaian, agar bahagia selalu🙂

Salam hangat
Ben

http://benedikawidyatmoko.wordpress.com
http://benagewe.blogdetik.com

2. Miracle_ary - February 6, 2009

Hmmm..Alangkah indah saat kita bisa bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan. Hanya dengan bersyukur juga hatiku menjadi tenang. tak ingin mengusik apa yang telah Tuhan berikan. itulah yang terbaik untuk kita, bukan berarti berdiam diri dan menerima tanpa usaha, kita usahakan yang terbaik, keputusan Sang Maha Tahu lebih baik daripada perkiraan manusia. Tuhan maha sempurna melihat semua sisi hidup kita untuk dijadikan manusia terbaik dengan segala anugerahNya. Sungguh, rencana Tuhan Maha Sempurna. Semoga kita selalu bisa bersyukur serta ikhlas untuk menjalani, dan menikmati keindahan hidup yang diberikanNya. Amiiin!!!
Salam kenal juga dari ary buat Mba Gusti

3. jiwakelana - February 6, 2009

Kelemahan kita adalah slalu mengeluh dan mengerutu, padahal jika saja kita dapat snantiasa mnsyukuri sgala nikmat yg Tuhan berikan walau skecil apapun maka kita pasti akan brhenti mengeluh.

4. nanzzzcy - February 9, 2009

wah.. gw setuju bgt say..
emang kita harus selalu bersyukur untuk setiap hidup kita, untuk setiap suka duka yg kita terima, bahkan untuk napas kita sekalipun..

kunjungan balik nih.. lam kenal yaa..
Gbu too

5. gkjwpacitan - February 9, 2009

Kunci dari kebahagiaan adalah “mengucap syukur”.Bahkan ketika cobaan dan pergumulan hidup menghadang..

6. sejenaksaja - February 9, 2009

@ all

tks all, ternyata banyak yg setuju ( ya iyalah itu kan hal yg baik kan teman2..? )

GBU

7. ademaulana - February 11, 2009

Assalamu_’Alaikum Wr.Wb…

Syukran ya ukhty….

Salam kenal dari ana…

benar” menyentuh……

Wassalamu_’Alaikum Wr.Wb…

8. morning dew - February 12, 2009

Setuju Cy, bersyukur mengasah kepekaan hari kita pada orang-orang di sekeliling. Kalau nggak pinter-pinter ngeliat orang “di atas” yang lebih mapan, yang lebih hebat dll yang ada malah bikin kita ngeluh mengejar sesuatu yang nggak ada habisnya.

9. gwgw - February 12, 2009

orang yg pandai bersyukur tuh hidupnya pasti tentram🙂
btw, salam kenyal ya…sekenyal dodol ghitu..🙂

10. Balisugar - February 12, 2009

Terkadang kalau aku lagi blogging di ruangan ber AC sering mikirin orang-orang yang susah mencari sesuap nasi di bawah terik, Ah…

11. ademaulana - February 12, 2009

Hi Ayu!, thank’s yach..
soalnya agak gampang” susah, hanya saja yang perlu diperhatikan adalah kalimat dari setiap pertanyaan ayu. soalnya ada 30, dan setiap 1 soal kita diberi 60 detik dalam menjawabnya.
good luck aja ya yu….^_^

12. firman - February 13, 2009

hmm, psikologi bersyukur
sebuah bukti empiris yang menujukkan bahwa dengan bersyukur Alloh akan menambah nikmat kita

nice posting.

13. ratdhian Sukmana - February 16, 2009

Setuju mbak… Kita harus tetap sadar dan selalu bersyukur karena kita hidup bagaikan roda yang berputar, kadang di bawah dan kadang berada di atas. InsyaAllah dengan bersyukur kita tidak akan pernah risau walaupun sedang berada di bawah.

14. elementary school in memoriam - July 20, 2009

Aku benar2 sangat terharu membaca postingan ini… GBU


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: