jump to navigation

Apa yg Tak Bisa Diucapkan Papa February 2, 2010

Posted by sejenaksaja in Uncategorized.
trackback

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang
sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau
di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh
dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon
untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata
Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah
yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu,
bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan
pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan
kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik
sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa
akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu
Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu,
menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu
putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta
boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas
: “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa
tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu
dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu
khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di
bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan
menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan
keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat
izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak
boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk
menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang
sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk
ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu
agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan
matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu,
Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu,
atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling
cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat
kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa
melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa
untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di
ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut
– larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut
malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang
di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi
meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu
untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan
Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu
saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku
untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat
ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti
Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit
air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu
baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat
untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang
semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah
Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar
anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta
boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah
: “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin
mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa
gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan
memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas
melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan
telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang
ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan
izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan
posisinya nanti.

Dan akhirnya…

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa
pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia
itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia,
kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata:
“Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah
menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu
bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat
untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak
menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia
ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu
yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman,
dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman
ku yang lain.

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman
wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta
ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi
ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan
Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita… tapi setidaknya kini kita mengerti
apa yang tersembunyi dibalik hatinya😉

***tulisan ini saya copas dari :    http://alamsukawati.wordpress.com/2010/01/06/yang-tak-bisa-diucapkan-papa/

Comments»

1. imadewira - February 2, 2010

laki2 memang tipe yang lebih keras dan mempunyai cara yang berbeda ketika mengungkapkan kasih sayang

sejenaksaja - February 8, 2010

yup , jadi inget ajik hiks

2. jonnee - February 2, 2010

aku acungkan seribu jempol bagi pengarang artikel di atas.🙂
Terkadang begitulah lelaki , terlihat tegar di luar tapi dalam hati menangis.

sejenaksaja - February 8, 2010

ahh masakk?? wkwkwkkw

3. elia|bintang - February 3, 2010

selama saya blogwalking, ini satu2nya tulisan panjang banget yg saya ga lewatkan satu patah katapun. very touching.

memang laki2 harus selalu tegas dalam memberi arahan walaupun terkadang hatinya ga tega🙂

sejenaksaja - February 8, 2010

yup, maka dari itu aku postingkan , copas dari blog lain ..

sangat terinspirasi..🙂

4. alrisblog - February 5, 2010

Jadi kangen sama gadis kecilku. Salam

sejenaksaja - February 8, 2010

salam buat gadis kecilnya ya..😉

5. tukangpoto - February 5, 2010

Pantes saya kayaknya pernah baca di mana gitu, tapi terima kasih Des, sudah kembali mengingatkan bahwa saya juga adalah seorang bapak. Salam jepret!

sejenaksaja - February 8, 2010

heheh makasih sudah berkunjung , yup.. postingan ini aku copas dari blog lain, karna isinya benar2 mengingatkan ku pada ayah🙂

6. mikha_v - February 5, 2010

rasanya pernah baca deh di forward email. Well, tunggu saja nanti kalo saya sudah jadi bapak (haha, padahal masih muda gini😛 )

sejenaksaja - February 8, 2010

yup , entahlah siapa penulis asli dari postingan tsb , yg pasti benar2 sangat menyentuh ..
hihii yup tunggu saja postinganmu setelah jadi bapak.. hehehe😉

7. erick - February 9, 2010

Mmm Papa emang begitu !! dia sayang tapi sering keliatan cuek..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: